Ceritaku Dari Rumah, Ramadan Kali Ini
Cerita Ku Dari Rumah, Ramadan Kali Ini
Ramadan kali ini sangatlah istimewaaa sekali bagiku. Pandemi ini... memang memberi dampak negatif terhadapku. Walaupun demikian, tak sepenuhnya buruk menurutku.
Ramadan kali ini, waktu luangku banyak sekali. Karena, beberapa kegiatan yang biasa ku lakukan, kini tak kulakukan.
Seperti halnya kegiatan perkuliahan, kini kegiatan tersebut dirumahkan, sehingga tak perlu memakan waktu untuk perjalanan ke kampus, cukup dirumahaja sudah bisa kuliah.
Kemudian, kegiatan buka puasa bersama teman-teman yang biasa menjadi rutinitas ramadan, kini ditiadakan.
Kemudian juga, kegiatan mengajar private anak-anak pun, kini tak kulakukan lagi.
Semua ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas lagi.
Kemudian, selain ketiga hal diatas kegiatan lain yang biasa menjadi rutinitas ku selama ramadan ialah membantu orangtuaku membuat takjil (kue) untuk dijual, walaupun tak sepenuhnya ku membantu, karena aku harus kuliah, mengerjakan tugas, mengikuti kegiatan di kampus (seperti buka puasa bersama teman-teman). Biasanya, setiap ramadan, kami selalu repot, terlebih orangtuaku. Ba'da sholat subuh, biasanya orangtuaku mulai membuat takjil, kurang lebih hingga jam 9 pagi. Kemudian dilanjutkan dengan mengantarkan takjil tersebut untuk dititipkan ke penjual-penjual takjil, pengantaran tersebut selesai sebelum dzuhur ataupun ba'da dzuhur. Kemudian mamaku dilanjutkan pula dengan memasak untuk kami berbuka kelak, hingga menjelang buka puasa. Sekitaran jam 5 sore, bapakku kembali keliling mengambil hasil penjualan yang dititipkan tadi, hingga ba'da maghrib ataupun sebelum maghrib.
Setelah memasuki malam, kami sekeluarga melaksanakan sholat tarawih di masjid. Selepas pulang, terkadang kami berbincang-bincang sebentar, sambil memakan-makanan ringan. Kalaupun sedang sangat letih sekali, kami biasanya langsung istirahat.
Begitulah kebiasaan kami saat ramadan. Waktunya banyak dihabiskan untuk mencari penghidupan. Walaupun demikian, setiap ramadan kami mempunyai visi, yaitu mengkhatamkan al-qur'an setidaknya satu kali. Namun, hal ini terkadang hanya menjadi wacana belaka. Karena kurangnya waktu. Kalau aku masih bersyukur, terkadang aku masih bisa untuk mengkhatamkan al-qur'an walaupun satu kali. Karena, walaupun waktu pagi, siang, sore, dan malam ku habis, aku masih bisa untuk begadang. Sementara orangtuaku, mereka tidak memungkinkan untuk begadang, karena badan mereka bukan seperti aku yang masih muda, yang masih kuat untuk begadang. Namun semenjak terdapat Covid-19 ini, kegiatan tersebut tak dilakukan lagi selama ramadan. Pandemi ini, memberikan dampak terhadap para penjual takjil. Sehingga, beberapa orang seperti orangtuaku, memutuskan untuk tidak berjualan.
Sehingga dengan berkurangnya kegiatan rutinitasku, aku mendapatkan banyak waktu luang. Tak hanya aku, orangtuaku dan adikku juga memiliki waktu luang. Aku manfaatkan waktu luang ini dengan mempelajari ilmu agama serta berusaha untuk tidak hanya mengkhatamkan al-qur'an saja tetapi juga berusaha memuroja'ah hafalan ku yang hilang, agar ketika bulan syawal, setelah ramadan, aku bisa memulai hafalan baru. Sedangkan orangtuaku, kali ini mereka juga memanfaatkan waktu luang tersebut untuk mencapai visi bulan ramadan, yaitu mengkhatamkan al-qur'an. Saat ini, beberapa hari lagi akan idul fitri, kulihat mereka juga hampir mengkhatamkan al-qur'an. Alhamdulillah.
Inilah alasannya mengapa aku menyebut ramadan kali ini tak sepenuhnya buruk dikala Covid-19, bahkan bagiku ramadan kali ini sangatlah istimewa. Karena, aku bisa merasakan kenikmatan iman ketika waktu luangku banyak digunakan dengan bertaqarrub kepada Allah (mempelajari ilmu Agama dan beribadah sunnah).
Seperti yang ku bilang sebelumnya, ramadan kali ini istimewa karena, dengan kemajuan teknologi sekarang, walaupun dirumahaja, aku tetap bisa mempelajari ilmu agama yang sangat banyak sekali. Melalui kebaikan para ustadz/ulama/lembaga, mereka banyak sekali menyajikan ilmu agama seperti kajian tafsir, program belajar tahsin, belajar bahasa arab secara gratis. Sehingga ramadhan kali ini tak hanya sekedar membaca al-qur'an tetapi juga mempelajari ilmu agama melalui daring, terlebih memiliki banyak waktu luang.
Inilah #CeritaKuDariRumah selama ramadan. Semoga kalian yang membaca juga menikmati ramadan kali ini walaupun berada dalam pandemi yah.
Untuk para medis ataupun yang terlibat dalam penanganan Covid-19 ini semoga amal yang kalian lakukan pun sama seperti amalan orang yang dapat beribadah di bulan ramadan ini yah. Kita do'akan semoga pandemi ini segera berakhir. Terimakasih kepada para medis dan yang terlibat atas jasa kalian. Kami membantu kalian dengan kebaikan dirumahaja
Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition "Ceritaku Dari Rumah" yang diselenggarakan oleh Ramadan Virtual Festival dari Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan
Ramadan kali ini sangatlah istimewaaa sekali bagiku. Pandemi ini... memang memberi dampak negatif terhadapku. Walaupun demikian, tak sepenuhnya buruk menurutku.
Ramadan kali ini, waktu luangku banyak sekali. Karena, beberapa kegiatan yang biasa ku lakukan, kini tak kulakukan.
Seperti halnya kegiatan perkuliahan, kini kegiatan tersebut dirumahkan, sehingga tak perlu memakan waktu untuk perjalanan ke kampus, cukup dirumahaja sudah bisa kuliah.
Kemudian, kegiatan buka puasa bersama teman-teman yang biasa menjadi rutinitas ramadan, kini ditiadakan.
Kemudian juga, kegiatan mengajar private anak-anak pun, kini tak kulakukan lagi.
Semua ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 lebih luas lagi.
Kemudian, selain ketiga hal diatas kegiatan lain yang biasa menjadi rutinitas ku selama ramadan ialah membantu orangtuaku membuat takjil (kue) untuk dijual, walaupun tak sepenuhnya ku membantu, karena aku harus kuliah, mengerjakan tugas, mengikuti kegiatan di kampus (seperti buka puasa bersama teman-teman). Biasanya, setiap ramadan, kami selalu repot, terlebih orangtuaku. Ba'da sholat subuh, biasanya orangtuaku mulai membuat takjil, kurang lebih hingga jam 9 pagi. Kemudian dilanjutkan dengan mengantarkan takjil tersebut untuk dititipkan ke penjual-penjual takjil, pengantaran tersebut selesai sebelum dzuhur ataupun ba'da dzuhur. Kemudian mamaku dilanjutkan pula dengan memasak untuk kami berbuka kelak, hingga menjelang buka puasa. Sekitaran jam 5 sore, bapakku kembali keliling mengambil hasil penjualan yang dititipkan tadi, hingga ba'da maghrib ataupun sebelum maghrib.
Setelah memasuki malam, kami sekeluarga melaksanakan sholat tarawih di masjid. Selepas pulang, terkadang kami berbincang-bincang sebentar, sambil memakan-makanan ringan. Kalaupun sedang sangat letih sekali, kami biasanya langsung istirahat.
Begitulah kebiasaan kami saat ramadan. Waktunya banyak dihabiskan untuk mencari penghidupan. Walaupun demikian, setiap ramadan kami mempunyai visi, yaitu mengkhatamkan al-qur'an setidaknya satu kali. Namun, hal ini terkadang hanya menjadi wacana belaka. Karena kurangnya waktu. Kalau aku masih bersyukur, terkadang aku masih bisa untuk mengkhatamkan al-qur'an walaupun satu kali. Karena, walaupun waktu pagi, siang, sore, dan malam ku habis, aku masih bisa untuk begadang. Sementara orangtuaku, mereka tidak memungkinkan untuk begadang, karena badan mereka bukan seperti aku yang masih muda, yang masih kuat untuk begadang. Namun semenjak terdapat Covid-19 ini, kegiatan tersebut tak dilakukan lagi selama ramadan. Pandemi ini, memberikan dampak terhadap para penjual takjil. Sehingga, beberapa orang seperti orangtuaku, memutuskan untuk tidak berjualan.
Sehingga dengan berkurangnya kegiatan rutinitasku, aku mendapatkan banyak waktu luang. Tak hanya aku, orangtuaku dan adikku juga memiliki waktu luang. Aku manfaatkan waktu luang ini dengan mempelajari ilmu agama serta berusaha untuk tidak hanya mengkhatamkan al-qur'an saja tetapi juga berusaha memuroja'ah hafalan ku yang hilang, agar ketika bulan syawal, setelah ramadan, aku bisa memulai hafalan baru. Sedangkan orangtuaku, kali ini mereka juga memanfaatkan waktu luang tersebut untuk mencapai visi bulan ramadan, yaitu mengkhatamkan al-qur'an. Saat ini, beberapa hari lagi akan idul fitri, kulihat mereka juga hampir mengkhatamkan al-qur'an. Alhamdulillah.
Inilah alasannya mengapa aku menyebut ramadan kali ini tak sepenuhnya buruk dikala Covid-19, bahkan bagiku ramadan kali ini sangatlah istimewa. Karena, aku bisa merasakan kenikmatan iman ketika waktu luangku banyak digunakan dengan bertaqarrub kepada Allah (mempelajari ilmu Agama dan beribadah sunnah).
Seperti yang ku bilang sebelumnya, ramadan kali ini istimewa karena, dengan kemajuan teknologi sekarang, walaupun dirumahaja, aku tetap bisa mempelajari ilmu agama yang sangat banyak sekali. Melalui kebaikan para ustadz/ulama/lembaga, mereka banyak sekali menyajikan ilmu agama seperti kajian tafsir, program belajar tahsin, belajar bahasa arab secara gratis. Sehingga ramadhan kali ini tak hanya sekedar membaca al-qur'an tetapi juga mempelajari ilmu agama melalui daring, terlebih memiliki banyak waktu luang.
Inilah #CeritaKuDariRumah selama ramadan. Semoga kalian yang membaca juga menikmati ramadan kali ini walaupun berada dalam pandemi yah.
Untuk para medis ataupun yang terlibat dalam penanganan Covid-19 ini semoga amal yang kalian lakukan pun sama seperti amalan orang yang dapat beribadah di bulan ramadan ini yah. Kita do'akan semoga pandemi ini segera berakhir. Terimakasih kepada para medis dan yang terlibat atas jasa kalian. Kami membantu kalian dengan kebaikan dirumahaja
Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Competition "Ceritaku Dari Rumah" yang diselenggarakan oleh Ramadan Virtual Festival dari Dompet Dhuafa Sulawesi Selatan